Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.  Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik.  Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.

Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional.  Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan.  Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan Kurikulum.

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar merupakan kurikulum hasil refleksi, pemikiran dan pengkajian dari kurikulum yang telah berlaku sebelumnya. Kurikulum baru ini diharapkan dapat membantu mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan di masa depan.  Kurikulum ini diciptakan untuk menghasilkan tamatan yang kompeten, cerdas dalam membangun integritas sosial, serta mewujudkan karakter nasional.

Dalam implementasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar, telah dilakukan berbagai studi yang mengarahkan pada peningkatan efisiensi dan efektivitas layanan dan pengembangan sebagai konsekuensi dari suatu inovasi pendidikan. Sebagai salah satu bentuk efisiensi dan efektivitas implementasi kurikulum dikembangkan berbagai model implementasi kurikulum.

Dalam konteks Madrasah, agar lulusan memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif, maka kurikulum Madrasah perlu dikembangkan dengan pendekatan berbasis kompetensi. Hal ini dilakukan agar Madrasah secara kelembagaan dapat merespon secara proaktif berbagai perkembangan informasi, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, serta tuntutan desentralisasi. Dengan cara seperti itu, Madrasah tidak akan kehilangan relevansi program pembelajaran.

Selanjutnya, basis kompetensi yang dikembangkan di Madrasah harus menjamin pertumbuhan keimananan ketakwaan kepada Allah SWT, penguasaan keterampilan hidup, penguasaan kemampuan akademik, seni dan pengembangan kepribadian yang paripurna. Dengan pertimbangan ini, maka disusun kurikulum nasional Pendidikan Agama di Madrasah yang berbasis kompetensi yang mencerminkan kebutuhan keberagamaan peserta didik di Madrasah secara nasional. Standar ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai acuan dalam mengembangkan kurikulum Bahasa Arab -yang termasuk dalam Pendidikan Agama- di Madrasah sesuai dengan kebutuhan daerah/Madrasah.

Kurikulum Bahasa Arab merupakan kurikulum dasar awal.  Dalam kelas Bahasa Arab, peserta didik didorong untuk secara aktif terlibat dalam kegiatan membaca, menulis, mengungkapkan pendapat, membandingkan dan mendiskusikan suatu teks.  Peserta didik didorong untuk mempelajari dan mendalami sejumlah literatur yang dapat ditemui sehari-hari, baik berupa media cetak maupun media elektronik.  Dengan bekal sejumlah pengetahuan tersebut, mereka dapat mempelajari budayanya sendiri dan juga budaya lain.  Mereka kemudian dapat menggunakan teks tersebut untuk mempelajari suatu konsep dan berpikir secara kritis mengenai dunia mereka dan komunitas global.

Penguasaan Bahasa Arab sebagai bahasa asing kedua setelah Bahasa Inggris, merupakan hal yang sangat mendesak.  Banyak informasi ilmu pengetahuan baik di bidang teknik, ilmu-ilmu murni, ekonomi, psikologi maupun seni bersumber dari buku-buku berbahasa Arab, disamping sebagai sarana komunikasi dalam bahasa asing tertentu dengan lingkungan sekitarnya.

Selengkapnya silahkan download di sini SILABUS BHS ARAB

About these ads